
sejak kemarin hanya titipan senyummu yang masuk ke dalam rongga cahaya kelamku, meneguk beberapa pertemuan kita sempat lalu, hatiku pun berguguran di atas sesal hendak menjabah gelisah yang kian menebal. Pula tak lagi ada kumandang darimu mengiba sebab cukup sudah penantian ini teraba aku pun kembali tak ayal menyimpan rupa, namun kembali kau memanggil-manggilku dalam diam hatimu, tatapan rindulah yang akhirnya membawaku kembali terjerumus dalam pangkuanmu.. pangkuan bulan retak seribu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar