Senin, 10 Mei 2010

Bersyukur



Udara pagi berserak , langkah kaki dalam jarak yang terjerat. Nuansa ini tak jua beranjak, enntahlah faktor apa yang sedang berkecambuk di dalam dada. Sekiranya Tuhan masih izinkan ku untuk mengulang, takdir lalu yang kusam, kan kurangkai serupa harum mawar. ah, perihku berangan sesat. tak ingin berandai-andai. menjadi pilu yang semakin menebar kelak.

Saudaraku....
begitu banyak rekaya Ilahi yang telah kita lalui,
dari butiran pasir, menjadi kumpulan dari butiran pasir-pasir.
begitulah jalan hidup ini.
tak kita sadari, waktu terus menyetubuhi jiwa dan raga kita, nafsu melalaikan kita, dan sukses menjadi harapan kita.

saudaraku..
Allah Maha Adil dan tentu akan membagikan keadilan-Nya itu bagi kita juga, tak terkecuali mereka yang jauh dari sisi-Nya,

saat pikiran terhipnotis oleh maraknya pesona dunia,
hanya satu yang harus kita ingat yakni Dia yang telah membuat kita terhipnotis dengan Maha Karya-Nya..

subhanallah..
tak ada ukiran yang lebih indah selain ukiran-Nya, tak ada cinta yang paling hakiki selain cinta-Nya, dan tak ada yang sayang melebihi kasih sayang-Nya.

SUJUD

Puing hina
menetes dari mata
bagai tak ada cahaya
bagiku di ujung derita
Tuhan
kembali aku tersungkur
tak lelah mengucap syukur

(oleh; Zuliana Ibrahim)
(terbit Medan Bisnis, Februari 2010)