Sabtu, 25 Januari 2014

PANEN


(Resam Munoling)


Membaca tiap bulir padi pada telapak tanganmu,
seperti wajah-wajah tertawan di pecahan langit
alamat menanti musim dengan sekantong jantung yang pucat

maka di suatu waktu;
meronalah parasmu jadi bara menuju nadi
bibir berhambur syukur, serentak mulawi
matamu berkaca anggun
menyentil pelipis waktu dengan haru

Oi, takkan habis kata-kata mengadu tentang degup bahagia
selesailah memahat dendang di tepi seladang
pulang bersama angin-angin yang ikut berkabar

Kompak Gayo, 29/8/2013

LANGIT JANUARI




Malam yang pudar di bawah lampu neon
wajahnya sayu, 
hari-hari ditelan sekerat nafas
 maka dengan kebisuan dia berpaling.
debarnya, nyala binar mata
 kini di tangannya ada sepotong kisah lagi